← dunia
BerkembangDiperbarui

Serangan bom mobil hantam masjid markas polisi di Kohat Pakistan, sedikitnya 15 tewas

Sebuah mobil sarat bahan peledak ditabrakkan ke gerbang masjid kompleks kepolisian di Kohat, Khyber Pakhtunkhwa saat salat Jumat, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai lebih dari 50 orang.

Infografis serangan bom mobil di masjid markas kepolisian Kohat Pakistan
Gambar: Ilustrasi geometris Radar Dunia; bersumber dari pelaporan Al Jazeera, AP, The National, dan otoritas kepolisian Khyber Pakhtunkhwa

Ringkasan cerita

  • Sebuah serangan bom mobil bunuh diri menghantam masjid di kompleks fasilitas kepolisian (Police Lines) di distrik Kohat, Khyber Pakhtunkhwa, barat laut Pakistan pada Jumat (18/9/2026).
  • Sedikitnya 15 hingga 16 orang dilaporkan tewas—termasuk personel polisi dan warga sipil—serta lebih dari 50 jemaah lainnya luka-luka.
  • Kepala Kepolisian Provinsi mengonfirmasi pelaku menabrakkan mobil bermuatan peledak ke dinding luar fasilitas, diikuti aksi tembakan senjata api oleh komplotan bersenjata.

Sebuah serangan bom mobil bunuh diri menghantam masjid di dalam kompleks markas kepolisian (Police Lines) di distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, barat laut Pakistan, pada Jumat siang waktu setempat (18/9/2026).[1][2]

Insiden berdarah yang terjadi saat jemaah tengah menunaikan ibadah salat Jumat tersebut menewaskan sedikitnya 15 hingga 16 orang, termasuk aparat kepolisian, anggota keluarga polisi, dan warga sipil, serta melukai lebih dari 50 orang lainnya.[1][2][3]

Fakta terverifikasi

Pejabat medis dan kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa pelaku menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke gerbang dan dinding pembatas luar fasilitas kepolisian tempat masjid berada.[1][2] Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, menyatakan secara resmi bahwa peristiwa ini merupakan serangan bom bunuh diri terencana yang disertai aksi tembakan dari kelompok bersenjata pengiring sebelum ledakan utama dipicu.[2]

Ledakan dahsyat tersebut mengakibatkan atap bangunan masjid runtuh seketika dan menimbulkan kerusakan material parah pada fasilitas kantor polisi, permukiman, dan pertokoan di sekitarnya.[3] Petugas penyelamat gabungan dan warga setempat mengevakuasi puluhan korban yang tertimbun puing-puing bangunan ke District Headquarters (DHQ) Hospital Kohat, di mana otoritas kesehatan setempat langsung menetapkan status darurat penanganan medis.[1][3][4]

Kementerian Dalam Negeri Pakistan mengeluarkan pernyataan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dan mengutuk keras serangan terhadap jemaah dan personel kepolisian tersebut.[2]

Yang belum jelas

Hingga saat ini, belum ada pihak atau organisasi yang menyatakan bertanggung jawab secara resmi atas pengeboman ini.[1][2] Namun, kecurigaan otoritas keamanan mengarah pada kelompok militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang kerap menargetkan aparat kepolisian dan pos keamanan negara, maupun afiliasi Negara Islam (ISIL/Daesh) yang aktif di kawasan barat laut perbatasan Pakistan-Afganistan.[1][3]

Jumlah korban tewas masih berpotensi bertambah mengingat belasan pasien kini berada dalam perawatan intensif dengan luka-luka kritis akibat pecahan bom dan reruntuhan bangunan.[1][3]

Mengapa penting sekarang

Wilayah Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan langsung dengan Afganistan telah mengalami eskalasi bentrokan dan serangan militan yang tajam terhadap aparat keamanan Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.[1][3] Serangan terhadap masjid kepolisian mengulangi pola penyerangan profil tinggi serupa yang pernah terjadi di Peshawar, memicu kekhawatiran baru akan memburuknya stabilitas keamanan domestik serta meningkatnya ketegangan bilateral lintas batas antara Islamabad dan otoritas de facto Taliban di Kabul.[1][3]

Peningkatan serangan di jantung fasilitas keamanan memperlihatkan kerentanan pos-pos pertahanan di wilayah barat laut di tengah operasi antiteror yang gencar digelar militer Pakistan.[2][3]

Penyebaran sosial

Informasi mengenai insiden ledakan mula-mula disiarkan oleh jaringan berita televisi Pakistan (Geo News) dan kantor berita internasional seperti Al Jazeera dan Associated Press (AP).[1][3][4] Tayangan video warga mengenai kepulan asap hitam tebal dan kepanikan proses evakuasi korban di jalan utama Kohat-Hangu sempat viral di media sosial X dan saluran Telegram lokal sebelum rincian resmi dikonfirmasi otoritas penegak hukum.[2][3]

Riwayat pembaruan

Pembaruan berikutnya akan difokuskan pada hasil penyelidikan forensik kepolisian, kepastian klaim tanggung jawab dari kelompok bersenjata, serta laporan kondisi medis mutakhir dari rumah sakit rujukan.[1][2][3]

Yang sudah terverifikasi

  • Al Jazeera dan kantor berita dpa melaporkan sedikitnya 15 jenazah dan lebih dari 50 korban luka dilarikan ke rumah sakit setempat di Kohat setelah mobil sarat peledak menabrak pintu masuk masjid markas polisi saat salat Jumat.
  • Laporan The National mengutip Kepala Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa Zulfikar Hameed yang memastikan serangan berupa aksi bom bunuh diri menggunakan kendaraan bermuatan bahan peledak yang menabrak dinding luar kompleks fasilitas polisi, disusul tembakan dari kelompok bersenjata pengiring.
  • Associated Press (AP) melaporkan ledakan dahsyat meruntuhkan atap masjid dan merusak bangunan pertokoan serta rumah tinggal di sekitarnya, dengan korban luka mencapai 56 orang.
  • Kementerian Dalam Negeri Pakistan melalui pernyataan resminya di media sosial mengonfirmasi terjadinya ledakan fatal di dekat fasilitas kepolisian Distrik Kohat dan menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa.

Yang masih belum jelas

  • Belum ada kelompok militan yang secara resmi mengaku bertanggung jawab, meski kecurigaan mengarah pada Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) maupun afiliasi regional ISIL yang aktif di perbatasan barat laut.
  • Jumlah korban jiwa akhir masih dapat bertambah karena sejumlah korban luka dievakuasi dalam kondisi kritis di rumah sakit DHQ Kohat.

Percakapan dan penyebaran

Laporan insiden pertama kali merebak melalui pemberitaan kawat kantor berita internasional Al Jazeera, AP, dan media lokal Pakistan seperti Geo News dan The News International sesaat setelah waktu salat Jumat. Sinyal sosial awal berupa rekaman video evakuasi reruntuhan masjid beredar di X dan Telegram, sebelum diverifikasi silang dengan rilis Kementerian Dalam Negeri Pakistan.

Riwayat pembaruan

  1. Artikel darurat diterbitkan menyusul konfirmasi serangan bom mobil bunuh diri di masjid markas kepolisian Kohat, Khyber Pakhtunkhwa. Status developing berlaku untuk verifikasi identitas pelaku dan kepastian klaim pertanggungjawaban serangan.