← dunia
TerkonfirmasiDiperbarui

Korea Utara luncurkan dua rudal balistik beruntun dari Wonsan dalam rentang tiga jam

Militer Korea Selatan mendeteksi Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek dari wilayah Wonsan ke Laut Timur dalam jeda tiga jam; proyektil kedua menempuh jarak lebih dari 600 km.

Ilustrasi geometris lintasan rudal balistik dari pesisir timur ke arah perairan laut
Gambar: Ilustrasi geometris Radar Dunia; bukan foto peluncuran

Ringkasan cerita

  • Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek (SRBM) berturut-turut dari kawasan pesisir Wonsan menuju Laut Timur pada Minggu (20/9/2026) siang hingga sore waktu setempat.
  • Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi proyektil pertama terbang sekitar 450 km dan proyektil kedua terbang lebih dari 600 km dalam rentang tiga jam.
  • Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan menggelar rapat darurat dan mengecam keras peluncuran ganda tersebut sebagai pelanggaran langsung resolusi Dewan Keamanan PBB.
  • Pemerintah Jepang melayangkan protes diplomatik resmi melalui saluran kedutaan di Beijing setelah memastikan proyektil jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.

Korea Utara kembali melancarkan eskalasi militer dengan menembakkan dua rudal balistik jarak pendek (short-range ballistic missile/SRBM) berturut-turut dari pesisir timur Wonsan menuju Laut Timur pada Minggu, 20 September 2026.[1][2] Uji coba ganda dalam rentang waktu hanya tiga jam ini merupakan rangkaian peluncuran kedua dalam kurun waktu sekitar satu pekan setelah uji coba rudal serupa pada 12 September lalu.[1]

Fakta terverifikasi

Otoritas pertahanan Korea Selatan mendeteksi peluncuran rudal pertama dari kawasan Wonsan sekitar pukul 15.00 waktu setempat (06.00 GMT atau 13.00 WIB).[1] Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Joint Chiefs of Staff/JCS) mencatat proyektil pertama terbang melintasi jarak sekitar 450 kilometer sebelum jatuh di perairan Laut Timur (Laut Jepang), dengan indikasi awal rudal tersebut tergolong ke dalam keluarga seri Hwasong-11.[1]

Hanya berselang tiga jam, sekitar pukul 17.50 waktu setempat (08.50 GMT atau 15.50 WIB), militer Korea Selatan kembali mendeteksi peluncuran proyektil balistik jarak pendek kedua dari titik peluncuran yang sama di Wonsan.[1] Proyektil kedua menempuh jarak jelajah yang lebih jauh, yakni melampaui 600 kilometer sebelum jatuh ke laut.[1]

Kementerian Pertahanan Jepang dan lembaga penyiaran publik NHK mengonfirmasi lintasan proyektil tersebut dan memastikan kedua rudal mendarat di perairan terbuka di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, tanpa menimbulkan kerusakan fasilitas maritim ataupun penerbangan komersial.[1]

Otoritas intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat langsung mengaktifkan koordinasi pelacakan data telemetri secara terintegrasi sejak fase awal peluncuran serta membagikan informasi operasional tersebut kepada pihak berwenang Jepang secara trilateral.[1]

Merespons eskalasi ini, Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan (NSC) menggelar rapat darurat dan mengeluarkan pernyataan kecaman keras terhadap tindakan Pyongyang, memperingatkan bahwa uji coba balistik berulang secara langsung melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.[1] Di Tokyo, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menegaskan bahwa aksi provokasi berulang Korea Utara secara nyata mengancam perdamaian dan keamanan regional, serta mengonfirmasi bahwa pemerintah Jepang telah melayangkan nota protes resmi kepada Korea Utara melalui saluran diplomatik kedutaan di Beijing.[1]

Yang belum jelas

Hingga Minggu petang, otoritas militer sekutu masih memvalidasi klasifikasi spesifik dari rudal kedua yang memiliki daya jangkau lebih dari 600 km tersebut.[1] Media pemerintah Korea Utara (KCNA) belum merilis pengumuman resmi mengenai nama varian sistem senjata maupun tujuan spesifik di balik peluncuran ganda ini.[1]

Mengapa penting sekarang

Peluncuran ganda dalam tempo tiga jam ini memperlihatkan intensitas pengujian kesiapan operasional rudal taktis presisi tinggi Pyongyang di pesisir timur semenanjung.[1][2] Langkah provokatif ini diambil hanya berselang beberapa hari setelah adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengecam keras latihan gabungan Amerika Serikat bersama sekutunya di kawasan Pasifik dan bersumpah akan terus memperkuat persenjataan nuklir dan rudal negaranya tanpa kompromi.[1]

Penyebaran sosial

Informasi mengenai peluncuran ganda ini mulai ramai dibahas di media sosial setelah laporan kilat Reuters terbit di platform X pada Minggu sore.[2] Warganet dan pengamat pertahanan regional menyoroti jeda waktu tiga jam yang sangat singkat antara peluncuran pertama dan kedua sebagai sinyal demonstrasi kemampuan peluncuran beruntun (salvo fire) unit artileri taktis Korea Utara.[1][2]

Riwayat pembaruan

  • 12 September 2026 (08:06 WIB): Artikel awal diterbitkan mencatat peluncuran beberapa rudal balistik jarak pendek dari Wonsan sejauh 250 km pasca berakhirnya latihan militer trilateral AS-Korsel-Jepang.
  • 20 September 2026 (19:15 WIB): Diperbarui setelah Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik berturut-turut dalam jeda 3 jam pada Minggu (20/9). Jarak tempuh proyektil pertama mencapai 450 km (diduga varian Hwasong-11) dan rudal kedua melampaui 600 km. Korea Selatan menggelar rapat NSC darurat dan Jepang melayangkan protes keras via Beijing.

Sources

[1] https://reut.rs/4AirG8R — North Korea fires two ballistic missiles off east coast in three hours | Reuters [2] https://x.com/Reuters/status/2101621151789150526 — Reuters on X: North Korea fires two missiles off east coast in three hours [3] https://en.yna.co.kr/view/AEN20260912000352315 — N. Korea fires multiple ballistic missiles toward East Sea: JCS [4] https://en.yna.co.kr/view/AEN20260912000700315 — Cheong Wa Dae denounces N.K. missile launch as violation of UNSC resolution

Yang sudah terverifikasi

  • Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mendeteksi peluncuran pertama rudal balistik dari area Wonsan sekitar pukul 15.00 KST (13.00 WIB) dengan jarak tempuh sekitar 450 km, diduga merupakan varian seri Hwasong-11.
  • JCS Korea Selatan mendeteksi peluncuran rudal kedua dari lokasi yang sama sekitar pukul 17.50 KST (15.50 WIB) yang terbang sejauh lebih dari 600 km ke arah perairan timur.
  • Kementerian Pertahanan Jepang dan lembaga penyiaran publik NHK mengonfirmasi kedua proyektil jatuh di perairan Laut Jepang di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang tanpa laporan kerusakan kapal maupun pesawat.
  • Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan (NSC) menggelar pertemuan darurat dan menuntut Pyongyang segera menghentikan seluruh aktivitas uji coba rudal balistik ilegal.
  • Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menegaskan tindakan berulang Korea Utara mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan serta komunitas internasional.

Yang masih belum jelas

  • Spesifikasi presisi hulu ledak dan jenis pasti rudal kedua masih dalam tahap analisis bersama intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat.
  • Pernyataan resmi pemerintah Korea Utara mengenai rincian teknis uji coba ganda ini belum dirilis melalui kantor berita pemerintah KCNA.

Percakapan dan penyebaran

Laporan peluncuran pertama kali dilaporkan secara waktu-nyata oleh Reuters, Yonhap, dan NHK pada Minggu (20/9/2026) sore, kemudian tersebar luas di platform X dengan puluhan ribu interaksi dan pembaruan berkala dari analis militer regional.

Riwayat pembaruan

  1. Pembaruan material: Korea Utara kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek berturut-turut dari Wonsan dalam rentang 3 jam pada Minggu (20/9). Rudal pertama terbang 450 km (diduga Hwasong-11) dan rudal kedua menempuh jarak lebih dari 600 km. Korea Selatan menggelar rapat NSC darurat dan Jepang mengajukan protes diplomatik via Beijing.

  2. Artikel diterbitkan setelah peluncuran rudal balistik jarak pendek 12 September 2026 diverifikasi dari rilis JCS Korea Selatan dan laporan Yonhap.