← dunia
TerkonfirmasiDiperbarui

Serangan drone massal hantam Moskow, fasilitas kilang minyak terbakar

Ratusan drone Ukraina menargetkan wilayah Moskow pada hari terakhir pemilu parlemen Rusia, menewaskan sedikitnya dua orang dan merusak fasilitas Kilang Minyak Moskow.

Ilustrasi geometris radar, fasilitas energi kilang minyak, dan lintasan drone di wilayah Moskow
Gambar: Radar Dunia

Ringkasan cerita

  • Ratusan drone jarak jauh Ukraina melancarkan gelombang serangan udara terbesar ke ibu kota Rusia, Moskow, dan kawasan sekitarnya pada Minggu (20/9/2026).
  • Gubernur Wilayah Moskow mengonfirmasi sedikitnya dua orang tewas dan puluhan warga luka-luka, sementara 400 orang dievakuasi akibat kebakaran gedung permukiman bertingkat.
  • Wali Kota Moskow dan otoritas terkait menyatakan fasilitas pada Kilang Minyak Moskow (Gazprom Neft) di tenggara kota mengalami kerusakan dan terbakar.
  • Otoritas penerbangan federal Rusia memberlakukan pembatasan operasional di empat bandara internasional Moskow sebelum dicabut kembali pada Minggu pagi.

Gelombang serangan pesawat nirawak (drone) jarak jauh berskala masif menghantam wilayah ibu kota Rusia, Moskow, dan distrik sekitarnya pada Minggu (20/9/2026) dini hari.[1] Serangan yang terjadi bertepatan dengan hari terakhir pemilihan umum parlemen Rusia ini menewaskan sedikitnya dua orang warga sipil dan merusak salah satu fasilitas kilang minyak utama pemasok energi ibu kota.[1][2]

Fakta terverifikasi

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut serangan ini sebagai insiden udara yang belum pernah terjadi sebelumnya (unprecedented).[1] Otoritas Rusia mengklaim sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menembak jatuh ratusan drone di berbagai wilayah, dengan 450 drone dilaporkan mengarah langsung ke kawasan Moskow.[1][3] Kementerian Pertahanan Rusia secara terpisah mencatat lebih dari 1.100 drone berhasil dinetralkan di seluruh negeri selama operasi semalam.[3]

Meskipun sebagian besar drone diklaim berhasil dihancurkan, sejumlah proyektil menembus perimeter dan mengenai infrastruktur strategis.[1] Sobyanin mengonfirmasi bahwa sebuah fasilitas di kawasan Kilang Minyak Moskow (Gazprom Neft Moscow Refinery) yang terletak di tenggara Moskow mengalami kerusakan akibat serangan drone.[1][3] Kilang minyak berkapasitas olah sekitar 11 juta ton per tahun tersebut merupakan pemasok utama bahan bakar minyak bagi kawasan ibu kota Rusia.[3]

Di luar ibu kota, Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengonfirmasi dampak fatal di permukiman warga.[1][2] Seorang wanita berusia 44 tahun tewas setelah pecahan drone menghantam bangunan tiga lantai di Sofino, melukai lima warga lainnya termasuk dua anak-anak.[2][3] Korban jiwa kedua adalah seorang pria lanjut usia di wilayah Orekhovo-Zuyevo setelah rumah pribadinya terbakar akibat serangan drone.[2][3] Secara keseluruhan, sedikitnya 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka di kawasan permukiman.[3]

Serangan drone juga memicu kebakaran besar pada gedung apartemen 21 lantai di distrik Ramensky yang memaksa evakuasi sedikitnya 400 orang penghuni dan merusak puluhan kendaraan warga.[1][3]

Akibat eskalasi serangan udara ini, Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsiya) memberlakukan penghentian sementara seluruh aktivitas lepas landas dan pendaratan di empat bandara internasional utama Moskow—Vnukovo, Sheremetyevo, Domodedovo, dan Zhukovsky—sebelum akhirnya dibuka kembali bertahap pada Minggu pagi.[2][3]

Dari pihak Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa serangan jarak jauh angkatan bersenjata Ukraina memberikan dampak signifikan terhadap fasilitas industri minyak strategis yang menyokong logistik perang Rusia.[3]

Yang belum jelas

Hingga laporan ini disusun, pihak pengelola kilang (Gazprom Neft) belum merilis rincian tingkat kerusakan teknis unit pengolahan maupun dampaknya terhadap pasokan bahan bakar harian Moskow.[1] Selain itu, data total drone yang diluncurkan dan lolos dari pertahanan udara masih memiliki variasi laporan antara pernyataan otoritas regional Moskow dan Kementerian Pertahanan Rusia.[2]

Mengapa penting sekarang

Serangan ini menandai eskalasi geografis paling dalam terhadap fasilitas energi utama dan objek vital di jantung ibu kota Rusia sejak eskalasi konflik dimulai.[1][2] Kerusakan pada kilang minyak ibu kota menunjukkan bahwa kampanye serangan presisi jarak jauh Ukraina mampu menjangkau infrastruktur energi kritis yang selama ini dijaga oleh lapisan sistem pertahanan udara terpadat di Rusia.[3] Momentum serangan yang dilancarkan pada hari penutupan pemilu parlemen nasional Rusia juga membawa dampak simbolis dan keamanan yang sangat tinggi bagi stabilitas domestik Rusia.[1]

Penyebaran sosial

Informasi mengenai ledakan udara, asap hitam tebal yang membubung dari arah kilang minyak Moskow, serta kerusakan gedung apartemen mulai ramai beredar di kanal-kanal Telegram lokal Rusia sejak Minggu subuh.[2] Peristiwa ini segera menjadi sorotan media berita global terkemuka seperti Reuters, BBC, Al Jazeera, dan ABC News seiring dikeluarkannya pernyataan resmi dari Wali Kota Moskow dan Gubernur Andrei Vorobyov.[1][2]

Riwayat pembaruan

  • 20 September 2026 (16:00 WIB): Artikel awal diterbitkan. Memuat konfirmasi serangan drone skala masif, tewasnya dua orang di kawasan permukiman Moskow, kerusakan pada Kilang Minyak Moskow, penutupan empat bandara internasional, serta pernyataan resmi otoritas Rusia dan Presiden Ukraina.

Sources

[1] https://www.aljazeera.com/news/2026/9/20/mass-ukrainian-drone-attack-on-moscow-kills-two-russia-says [2] https://www.bbc.com/news/articles/c34gdjk1ne8yo [3] https://abcnews.com/International/ukrainian-drones-target-moscow-oil-refinery-deadly-attack/story?id=136595832

Yang sudah terverifikasi

  • Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengonfirmasi serangan udara drone berskala masif dengan 450 drone diarahkan ke ibu kota, serta menyatakan fasilitas di Kilang Minyak Moskow (Gazprom Neft) mengalami kerusakan.
  • Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengonfirmasi tewasnya seorang wanita berusia 44 tahun di Sofino dan seorang pria lansia di Orekhovo-Zuyevo, serta setidaknya 20 korban mengalami luka-luka.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan serangan jarak jauh tersebut berhasil memberikan dampak signifikan terhadap fasilitas industri minyak Rusia.
  • Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsiya) sempat memberlakukan pembatasan penerbangan sementara di empat bandara internasional Moskow: Sheremetyevo, Vnukovo, Domodedovo, dan Zhukovsky.

Yang masih belum jelas

  • Kapasitas operasional Kilang Minyak Moskow pascaserangan belum diumumkan secara terbuka oleh pihak pengelola Gazprom Neft.
  • Perbedaan klaim jumlah total drone yang diluncurkan antara Kementerian Pertahanan Rusia dan data militer Ukraina.

Percakapan dan penyebaran

Laporan serangan udara drone massal ini menjadi berita utama di berbagai kantor berita internasional seperti Reuters, BBC, Al Jazeera, dan ABC News pada Minggu (20/9/2026). Rekaman video kobaran api di kilang minyak dan gedung terbakar tersebar luas di saluran Telegram dan platform X.

Riwayat pembaruan

  1. Publikasi pertama: Konfirmasi serangan drone massal ke Moskow, korban tewas di Sofino dan Orekhovo-Zuyevo, kebakaran Kilang Minyak Moskow, dan pembatasan operasional bandara.