โ† fact & check
Terbukti salahDiperbarui

Video erupsi 2018 beredar sebagai rekaman Anak Krakatau terbaru

Klip malam yang menyebar di beberapa platform bukan rekaman erupsi 2026; jejak unggahan menunjukkan video tersebut berasal dari 2018.

Perbandingan bingkai video erupsi lama yang digunakan dalam pemeriksaan fakta
Gambar: AFP Fact Check melalui Yahoo News

Ringkasan cerita

  • Video malam yang diklaim sebagai erupsi terbaru cocok dengan rekaman yang telah diunggah pada November 2018.
  • Rekaman tersebut mendokumentasikan letusan Oktober 2018, bukan kejadian 2026.
  • Klip salah konteks menyebar di Threads, TikTok, dan X.

Erupsi Anak Krakatau memang terjadi, tetapi tidak semua visual yang beredar merekam peristiwa terbaru. Sebuah klip malam yang dibagikan ulang sebagai rekaman 2026 telah beredar sejak 2018.

Pemeriksaan terhadap jejak unggahan menunjukkan video tersebut berkaitan dengan letusan Oktober 2018. Karena itu, klip itu tidak dapat digunakan sebagai bukti visual untuk menggambarkan kondisi terkini.

Kenapa ini penting

Gambar lama yang muncul bersamaan dengan peristiwa nyata dapat memperbesar kepanikan dan membuat pembaca salah menilai skala kejadian. Tanggal, lokasi, dan asal rekaman perlu diperiksa secara terpisah dari kebenaran peristiwa utamanya.

Yang sudah terverifikasi

  • Bingkai video viral cocok dengan rekaman lama yang tersedia secara publik.
  • Unggahan lama mendahului peristiwa 2026.

Yang masih belum jelas

Tidak ada ketidakpastian material yang tercatat pada pembaruan ini.

Percakapan dan penyebaran

Klaim salah konteks terpantau di Threads, TikTok, dan X dalam beberapa bahasa.

Riwayat pembaruan

  1. Pemeriksaan fakta diterbitkan dengan rujukan ke rekaman 2018.