Ringkasan cerita
- Memasuki hari kedelapan operasi SAR pada Minggu (20/9/2026), tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) berhasil menemukan dan mengevakuasi satu lagi korban meninggal dunia dari bagian dalam badan kapal KM Virgo Transport 8 yang karam di Laut Jawa.
- Dengan temuan baru ini, rekapitulasi resmi Basarnas hingga Minggu sore mencatat total 118 orang telah ditemukan (108 selamat dan 10 meninggal dunia), sementara 125 orang dari total 243 orang dalam manifes masih dalam pencarian.
- Jenazah korban dievakuasi dari KN SAR Kamajaya menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas menuju Lanud Syamsudin Noor di Banjarbaru untuk proses identifikasi medis DVI.
- Operasi bawah laut kini diperkuat 12 penyelam pilihan berpengalaman tinggi dengan dukungan kapal tunda TB Jaya Dragon serta kedatangan kapal pengganti TNI AL KRI Nala.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan laut kapal motor KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari kedelapan, Minggu (20/9/2026), kembali membuahkan hasil tragis setelah tim penyelam menemukan satu korban meninggal dunia di dalam bodi kapal.[1]
Penemuan tersebut terwujud setelah Basarnas memutuskan memperpanjang operasi penyelamatan selama tujuh hari ke depan guna menyisir kompartemen-kompartemen kapal yang karam terbalik di kedalaman 29 meter.[1][3]
Penyelaman BSG dan evakuasi udara ke Lanud Syamsudin Noor
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh tim penyelam khusus Basarnas Special Group (BSG) sekitar pukul 14.14 WITA di area interior badan kapal yang tenggelam di dasar laut.[1]
Setelah berhasil dievakuasi ke permukaan pada pukul 15.15 WITA dan dinaikkan ke kapal utama KN SAR Kamajaya, jenazah langsung diterbangkan menuju daratan menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas pada pukul 16.22 WITA.[1] Helikopter mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk kemudian dibawa ke rumah sakit rujukan guna proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).[1]
Pembaruan data korban: 10 meninggal, 125 masih hilang
Dengan ditemukannya satu jenazah tambahan pada Minggu sore, data akumulatif resmi pencarian korban KM Virgo Transport 8 per pukul 16.00 WITA mencatat:[1]
- Total penumpang dalam manifes: 243 orang[1]
- Korban berhasil ditemukan: 118 orang[1]
- Korban selamat: 108 orang[1]
- Korban meninggal dunia: 10 orang[1]
- Korban masih dalam pencarian: 125 orang[1]
Kementerian Perhubungan memastikan hak-hak seluruh korban kecelakaan akan dipenuhi, termasuk penyerahan santunan oleh PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera yang telah mulai didistribusikan kepada keluarga korban di Banjarmasin sejak Sabtu (19/9).[4]
Rotasi armada dan pengerahan penyelam spesialis
Guna menjaga efektivitas penyisiran bawah air dalam cuaca laut yang dinamis, Basarnas memfokuskan pengerahan 12 penyelam elit berpengalaman yang memiliki rekam jejak operasi evakuasi musibah penerbangan besar nasional.[2]
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko menjelaskan bahwa langkah ini disertai rotasi kapal pendukung: personel KRI I Gusti Ngurah Rai dan KRI Pulau Fani kembali ke pangkalan untuk rotasi, sementara kapal perang KRI Nala tiba di perairan Masalembo untuk memperkuat KN SAR Kamajaya dan kapal tunda TB Jaya Dragon.[2]
Tim SAR gabungan terus menunggu hasil evaluasi teknis dari tim salvage independen untuk menetapkan tahapan stabilisasi dan potensi pengangkatan badan kapal tanpa memicu tumpahan bahan bakar di ekosistem perairan Laut Jawa.[1][2]
Riwayat pembaruan
- 18 September 2026 (00:15 WIB): Artikel awal dipublikasikan mencakup data inspeksi bawah air Kopaska TNI AL hari kelima, kedalaman 29 meter bangkai kapal, nihilnya polusi laut, dan pencarian 129 korban hilang.
- 19 September 2026 (21:05 WIB): Diperbarui setelah Basarnas mengumumkan perpanjangan resmi operasi SAR selama 7 hari ke depan. Data korban diperbarui: 9 meninggal dunia (setelah evakuasi 3 jasad dari dalam kapal), 108 selamat, dan 126 masih dalam pencarian. Dua tim salvage tiba di Banjarmasin untuk mematangkan pengangkatan bangkai kapal.
- 20 September 2026 (19:30 WIB): Diperbarui dengan hasil pencarian hari kedelapan. Tim penyelam BSG menemukan satu jenazah tambahan di dalam bodi kapal pada pukul 14.14 WITA yang dievakuasi helikopter HR 3601. Angka korban meninggal naik menjadi 10 orang, 108 selamat, dan 125 orang masih dicari.
Sources
[1] https://jatim.antaranews.com/berita/1100311/basarnas-temukan-lagi-satu-korban-meninggal-km-virgo-pada-minggu — Basarnas temukan lagi satu korban meninggal KM Virgo pada Minggu [2] https://kalsel.antaranews.com/berita/535711/12-penyelam-terbaik-dikerahkan-untuk-operasi-bawah-laut-km-virgo — 12 penyelam terbaik dikerahkan untuk operasi bawah laut KM Virgo [3] https://www.antaranews.com/berita/5749312/basarnas-perpanjang-operasi-sar-km-virgo-tujuh-hari — Basarnas perpanjang operasi SAR KM Virgo tujuh hari [4] https://jatim.antaranews.com/berita/1100303/kemenhub-pastikan-pemenuhan-hak-korban-kmp-virgo-transport-8 — Kemenhub pastikan pemenuhan hak korban KMP Virgo Transport 8
Yang sudah terverifikasi
- Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi penemuan korban meninggal ke-10 oleh tim penyelam BSG pada Minggu (20/9/2026) pukul 14.14 WITA di dalam bodi bangkai KM Virgo Transport 8.
- Korban berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 15.15 WITA ke KN SAR Kamajaya, lalu dievakuasi melalui jalur udara dengan Helikopter HR 3601 pada pukul 16.22 WITA menuju Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru.
- Data akumulatif resmi per Minggu (20/9) pukul 16.00 WITA: 118 korban ditemukan (108 selamat, 10 meninggal dunia), dan 125 orang masih dinyatakan hilang dari total manifes 243 penumpang dan awak.
- Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko menyatakan 12 penyelam terbaik dikerahkan menggantikan rotasi personel sebelumnya, didukung kedatangan KRI Nala untuk melanjutkan penyisiran bawah air.
- Kementerian Perhubungan memastikan proses pemenuhan hak santunan bagi keluarga korban kecelakaan melalui PT Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera.
Yang masih belum jelas
- Identitas spesifik jenazah ke-10 yang baru dievakuasi masih menunggu hasil identifikasi resmi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel.
- Keberadaan dan kondisi 125 korban yang belum ditemukan di area perairan Masalembo maupun ruang tertutup bangkai kapal.
- Waktu pelaksanaan teknis operasi salvage pengangkatan fisik kapal yang masih menunggu kajian akhir dua tim ahli bersama pihak pemilik kapal.
Percakapan dan penyebaran
Perkembangan operasi SAR hari kedelapan ini diberitakan secara luas oleh ANTARA Jawa Timur, ANTARA Kalimantan Selatan, RRI, dan berbagai media nasional. Posko terpadu di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin terus dipadati keluarga korban yang menanti kepastian proses pencarian.
